Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir menyatakan bahwa saat ini belum ada rencana dari perusahaan pelat merah untuk terlibat dalam upaya penyelamatan PT Sri Rejeki Isman Tbk (Sritex), yang tengah menghadapi proses kepailitan dengan total utang mencapai Rp29,8 triliun. Erick menegaskan, BUMN tidak ikut serta dalam proses kepailitan produsen tekstil yang berkantor pusat di Sukoharjo, Jawa Tengah tersebut.

Meski begitu, Erick tidak menutup kemungkinan BUMN dapat mengambil alih aset Sritex jika ada peluang yang sesuai. Keputusan mengenai aset Sritex saat ini berada di tangan tim kurator.

Sebelumnya, Presiden Prabowo Subianto telah memerintahkan empat kementerian—Kementerian Perindustrian, Kementerian Keuangan, Kementerian BUMN, dan Kementerian Tenaga Kerja—untuk mengkaji opsi penyelamatan Sritex. Namun, hingga kini belum ada keputusan konkret terkait keterlibatan BUMN dalam penyelamatan perusahaan tersebut.