Jathilan merupakan salah satu seni pertunjukan tradisional yang kental dengan unsur mistik dan magis. Tarian ini berasal dari budaya Jawa, dan hingga kini masih lestari di berbagai daerah, termasuk Yogyakarta. Dalam pertunjukannya, penari Jathilan menunggang kuda kepang dari anyaman bambu, menirukan gerakan prajurit atau kuda yang sedang bertempur.
Namun, daya tarik Jathilan tidak hanya pada tarian dan irama gamelan pengiring. Bagian yang paling dinanti adalah ketika para penari mengalami kesurupan. Pada saat itu, mereka dipercaya sedang dimasuki roh leluhur atau makhluk gaib. Penari dalam kondisi trans bisa memakan kaca, menjulang seperti ular, hingga menunjukkan kekuatan yang tak biasa.
Bagi masyarakat Yogyakarta, kesurupan dalam Jathilan bukan hal menakutkan, melainkan bagian dari sakralitas pertunjukan. Biasanya, seorang pawang akan mendampingi untuk menjaga keselamatan penari yang kesurupan dan memulihkan kesadarannya setelah pertunjukan.
Jathilan menjadi simbol perpaduan antara seni, budaya, dan spiritualitas. Ia tidak hanya sebagai tontonan rakyat, tetapi juga bagian dari ritual penghormatan terhadap alam dan leluhur.
Di tengah modernisasi, Jathilan tetap hidup sebagai warisan budaya yang menggugah rasa dan misteri.


0 Komentar