Menjelang libur sekolah, pemerintah memberikan insentif berupa diskon Pajak Pertambahan Nilai (PPN) untuk tiket pesawat domestik. Langkah ini diambil untuk mendorong mobilitas masyarakat, khususnya sektor pariwisata yang selama ini terdampak oleh harga tiket yang tinggi.
Kebijakan ini diprediksi akan mendorong wisatawan domestik, terutama ke destinasi populer seperti Bali, Yogyakarta, dan Labuan Bajo. Dengan biaya perjalanan yang lebih terjangkau, masyarakat kelas menengah semakin terdorong untuk berlibur bersama keluarga.
Dampaknya tidak hanya dirasakan oleh maskapai penerbangan, tetapi juga oleh sektor hotel, kuliner, transportasi lokal, hingga UMKM di daerah wisata. Efek beratai ini dapat memperkuat konsumsi rumah tangga—komponen utama penggerak perekonomian nasional.
Namun para pengamat menilai, efektivitasnya tergantung pada durasi dan cakupan kebijakan. Jika hanya berlaku sebentar atau tidak menyentuh segmen harga murah, dampaknya bisa terbatas.
Secara keseluruhan, diskon PPN tiket pesawat menjelang libur sekolah berpotensi menjadi stimulus jangka pendek yang efektif, terutama jika dibarengi dengan promosi wisata yang tepat dan dukungan infrastruktur yang memadai.

0 Komentar