Pelatih Real Madrid, Xabi Alonso, melontarkan pesan keras jelang laga terakhir Grup H Piala Dunia Antarklub 2025 melawan Salzburg di Miami Gardens, Florida. Ia menegaskan bahwa seluruh penjaga gawang maupun penyerang harus aktif berkontribusi dalam fase bertahan.
Alonso memberikan teguran khusus kepada penyerang Vinicius Jr dan Kylian Mbappe. Ia menekankan pentingnya menekan dan kompak dalam menjaga intensitas bertahan. “Kita semua harus bertahan, semua 11 pemain harus terlibat […] Semakin rapat jaraknya, semakin baik,” ucapnya.
Pelatih asal Spanyol ini telah menerapkan pendekatan yang jauh lebih kolektif dibandingkan era sebelumnya. Tak ada ruang bagi individu yang malas bergerak. Bahkan kiper seperti Thibaut Courtois diharapkan untuk ikut “lari dan berjuang” ketika tim kehilangan bola .
Filosofi keras ini merupakan bagian dari gaya bermain agresif ala Leverkusen yang diterapkan Alonso di Madrid: menekan tinggi, kedisiplinan posisi, dan usaha tanpa kompromi. Setiap pemain yang “tidak mau lari akan otomatis keluar dari masukan”.
Strategi ini diperlukan untuk mengatasi celah pertahanan yang kerap dimanfaatkan lawan. Alonso ingin sistem penekanan zona yang solid dari depan hingga belakang—memperkecil jarak antarlini guna memudahkan penutupan ruang lawan .
Dengan aturan ketat tersebut, Alonso menyasar peningkatan keseimbangan antara serangan dan pertahanan. Ini menjadi ujian nyata bagi para bintang Madrid: kerja keras bukan pilihan, tapi kewajiban dalam setiap laga.


0 Komentar