Perum Bulog memastikan harga beras Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) di pasaran saat ini lebih murah dibandingkan Harga Eceran Tertinggi (HET) untuk beras medium. Hal ini menjadi angin segar bagi masyarakat di tengah kenaikan harga pangan beberapa bulan terakhir.
Direktur Utama Perum Bulog menjelaskan, harga beras SPHP dijual di kisaran Rp10.600 per kilogram, sementara HET beras medium yang ditetapkan pemerintah berada di angka Rp11.000 per kilogram. Dengan selisih harga tersebut, beras SPHP diharapkan mampu menjaga daya beli masyarakat sekaligus menekan laju inflasi pangan.
“Beras SPHP dipastikan kualitasnya baik dan aman dikonsumsi. Kami terus mendistribusikan ke berbagai pasar tradisional maupun ritel modern agar masyarakat dapat mendapatkannya dengan mudah,” ujar Direktur Utama Bulog, Kamis (4/9).
Program SPHP sendiri merupakan bagian dari intervensi pemerintah untuk menjaga ketersediaan pangan pokok. Bulog bekerja sama dengan pemerintah daerah dan distributor agar distribusi beras tepat sasaran, terutama di wilayah yang mengalami gangguan harga.
Di sejumlah pasar tradisional di Jakarta dan sekitarnya, beras SPHP menjadi pilihan utama konsumen karena lebih murah dan kualitasnya stabil. Para pedagang mengaku pasokan cukup lancar sehingga tidak terjadi kelangkaan.
Kementerian Perdagangan menekankan akan terus mengawasi distribusi beras SPHP agar tidak terjadi penimbunan maupun sertifikat. Pemerintah juga mendorong agar program ini membahas ke daerah-daerah yang masih mengalami harga beras tinggi.
Dengan harga yang lebih rendah dari HET, beras SPHP diharapkan dapat menjadi solusi jangka pendek bagi masyarakat, sekaligus menjaga kestabilan harga pangan nasional.

0 Komentar