Keluarga Wakil Ketua Komisi III DPR RI, Ahmad Sahroni, akhirnya buka suara terkait kasus penjarahan yang menimpa kediamannya saat kericuhan penyakit beberapa waktu lalu. Mereka menegaskan tidak akan mempolisikan warga yang mengembalikan barang-barang hasil jarahan, selama pengembalian dilakukan dengan itikad baik dan secara sukarela.
Pernyataan tersebut disampaikan sebagai bentuk kelonggaran sekaligus ajakan agar masyarakat yang terlibat dalam aksi penjarahan segera bertanggung jawab. Menurut pihak keluarga, lebih baik mengembalikan barang yang diambil daripada menambah masalah hukum di kemudian hari. Langkah ini juga diharapkan bisa meredakan ketegangan sekaligus mengembalikan kepercayaan antarwarga.
Seperti diketahui, sejumlah barang pribadi milik keluarga Sahroni dilaporkan hilang setelah rumahnya dirusak dan dijarah massal. Meski kerugian yang dialami cukup besar, keluarga menilai proses hukum bukanlah satu-satunya jalan untuk menyelesaikan persoalan ini. Dengan memberikan kesempatan, mereka berharap para pelaku dapat menyadari kesalahan dan memperbaiki diri.
Polisi sendiri menyambut baik sikap keluarga Ahmad Sahroni tersebut. Aparat menilai langkah ini dapat membantu proses pemulihan kondisi sosial pascakericuhan. Kendati demikian, polisi tetap menegaskan bahwa tindakan kriminal tetap memiliki konsekuensi hukum, terutama bagi mereka yang tidak menunjukkan itikad baik untuk orang yang bertanggung jawab.
Sementara itu, sejumlah tokoh masyarakat mengapresiasi pernyataan keluarga Sahroni. Menurut mereka, sikap tersebut mencerminkan upaya merangkul warga dan menghindari konflik berkepanjangan. Dengan adanya janji tidak mempolisikan, barang-barang hasil jarahan yang diharapkan dapat segera dikembalikan tanpa rasa takut, sehingga peristiwa serupa tidak terulang di masa mendatang.

0 Komentar