Polisi Tangkap Empat Penyusup Demo di Kalbar, Sita Bom Molotov dan Senjata Tajam

 

Pontianak – Aksi unjuk rasa yang berlangsung di Kalimantan Barat pada Selasa (16/9) berakhir ricuh setelah aparat kepolisian menangkap empat orang yang diduga sebagai penyusup. Polisi menyebut keempat orang tersebut bukan bagian dari aksi massa utama, melainkan individu yang mencoba memanfaatkan situasi untuk memaksa.


Kapolda Kalbar menjelaskan bahwa saat dilakukan pemeriksaan, ditemukannya barang bukti berupa beberapa bom molotov rakitan, senjata tajam, hingga peralatan yang diduga dipersiapkan untuk merilisnya. “Mereka berusaha menciptakan kekacauan, tapi anggota yang berjaga berhasil mengantisipasi sejak awal,” ujar Kapolda.


Menurut keterangan kepolisian, aksi unjuk rasa yang sebenarnya berlangsung damai dan tertib. Para peserta menyampaikan aspirasi sesuai aturan. Namun kehadiran kelompok penyusup ini berpotensi menimbulkan konflik dan membahayakan keselamatan masyarakat. Polisi pun segera mengamankan mereka ke Mapolda untuk pemeriksaan lebih lanjut.


Hingga kini, aparat masih melakukan pendalaman terhadap motif keempat orang tersebut. Dugaan sementara, mereka merupakan kelompok tertentu yang ingin memperkeruh suasana. Polisi memastikan akan menindak tegas setiap upaya yang mengarah pada tindakan anarkis.


Sementara itu, sejumlah tokoh masyarakat dan pelajar yang ikut dalam aksi menyambut baik langkah cepat aparat. Mereka menilai penangkapan penyusup tersebut penting agar aspirasi masyarakat tidak tercoreng oleh tindakan provokatif pihak yang tidak bertanggung jawab.


Polisi juga mengimbau masyarakat agar tetap tenang, tidak mudah terprovokasi isu yang beredar, serta mempercayakan penanganan kasus ini kepada aparat. “Kami ingin memastikan bahwa penjagaan tetap terlindungi, namun tidak boleh dicemari aksi anarkis,” tutup Kapolda.

Posting Komentar

0 Komentar