Ribuan warga Surabaya atau yang dikenal sebagai Kota Pahlawan memadati pusat kota untuk menggelar deklarasi damai bertajuk Ikrar Jogo Suroboyo. Dalam acara tersebut, warga dari berbagai lapisan masyarakat secara kompak menyuarakan komitmen untuk menjaga keamanan, persatuan, dan menolak segala bentuk tindakan anarkistis.
Kegiatan yang digagas bersama aparat pemerintah daerah, kepolisian, dan tokoh masyarakat ini mendapat sambutan yang sangat antusias. Tidak hanya kalangan orang tua, namun juga pelajar, pelajar, hingga komunitas lokal pun turut hadir. Mereka menyatakan bahwa aksi anarkis dalam bentuk apa pun hanya akan merugikan masyarakat sendiri, merusak fasilitas umum, serta mencoreng citra Surabaya sebagai kota yang dikenal toleran dan penuh semangat kebersamaan.
Wali Kota Surabaya yang turut hadir dalam acara ini menyampaikan apresiasi tinggi atas partisipasi warganya. Menurutnya, ikrar damai tersebut menjadi bukti nyata bahwa masyarakat Surabaya mampu menjaga persaudaraan di tengah perbedaan. Ia juga menegaskan bahwa pemerintah kota akan terus membuka ruang dialog bagi warga untuk menyampaikan aspirasi secara tertib dan damai.
Kapolrestabes Surabaya menambahkan, kebersamaan warga sangat penting dalam menjaga kondusivitas daerah. Aparat keamanan, kata dia, tidak bisa bekerja sendirian tanpa dukungan penuh masyarakat. Oleh karena itu, deklarasi Jogo Suroboyo diharapkan menjadi momentum memperkuat kolaborasi dalam menciptakan rasa aman di Kota Pahlawan.
Sejumlah tokoh masyarakat menilai kegiatan ini penting untuk mempertegas identitas Surabaya sebagai kota pejuang yang menjunjung nilai persatuan. Dengan ikrar tersebut, diharapkan warga semakin sadar bahwa menjaga perdamaian adalah tanggung jawab bersama.
Dengan semangat Jogo Suroboyo, ribuan warga bertekad menjaga kotanya tetap aman, damai, dan terbebas dari tindakan anarkistis demi masa depan yang lebih baik.

0 Komentar