HUT ke-80 TNI, Kekuatan Militer Indonesia Posisi 13 di Dunia

 

Dalam momentum Hari Ulang Tahun (HUT) ke-80 Tentara Nasional Indonesia (TNI) yang diperingati pada 5 Oktober 2025, bangsa Indonesia menyoroti kembali kiprah dan kekuatan militernya yang kian diakui dunia. Berdasarkan laporan terbaru dari Global Firepower (GFP) 2025, TNI menempati peringkat ke-13 dunia dari 145 negara, naik dua peringkat dibandingkan tahun sebelumnya.


Peningkatan ini tidak lepas dari upaya serius pemerintah dalam memperkuat alat utama sistem persenjataan (alutsista) serta meningkatkan profesionalisme prajurit di semua matra — darat, laut, dan udara. Menteri Pertahanan Prabowo Subianto menyebut, pencapaian tersebut merupakan hasil dari komitmen panjang untuk membangun postur pertahanan yang modern dan berdaulat. “TNI bukan hanya kuat dalam jumlah, tapi juga semakin tangguh secara teknologi dan strategi,” ujarnya saat menghadiri upacara di Lapangan Silang Monas, Jakarta.


Data GFP menunjukkan, TNI memiliki kekuatan aktif sekitar 400 ribu personel, dengan tambahan cadangan dan paramiliter mencapai lebih dari 300 ribu personel. Dari sisi armada, Indonesia memiliki lebih dari 300 pesawat militer, 480 tank, serta 150 kapal perang yang terus dimodernisasi.


Dalam perayaan HUT ke-80 ini, TNI juga menampilkan parade alutsista dan atraksi udara dari TNI AU yang memukau masyarakat. Tema tahun ini, “TNI Patriot NKRI, Pengawal Demokrasi untuk Indonesia Maju”, menegaskan komitmen TNI menjaga stabilitas nasional dan memperkuat persatuan bangsa.


Dengan pencapaian tersebut, Indonesia semakin dianggap sebagai kekuatan militer utama di kawasan Asia Tenggara, bahkan di dunia. TNI kini tak hanya menjadi simbol kekuatan, tetapi juga menjaga pelestarian dan kehormatan bangsa Indonesia.

Posting Komentar

0 Komentar