Menteri Pertahanan (Menhan) Prabowo Subianto memberikan instruksi tegas kepada Panglima TNI dan para Kepala Staf Angkatan untuk melakukan reorganisasi besar-besaran di tubuh TNI. Ia menilai masih banyak struktur dan pola kerja yang sudah tidak relevan dengan kebutuhan pertahanan modern, sehingga perlu segera diganti agar TNI semakin efektif menghadapi ancaman masa depan.
“Organisasi yang sudah usang harus diganti. Dunia berubah cepat, teknologi berkembang luar biasa, maka sistem perlindungan juga harus beradaptasi,” ujar Prabowo dalam Arahnya kepada jajaran petinggi TNI di Markas Besar Kementerian Pertahanan, Jakarta, Sabtu (4/10/2025).
Menurutnya, tantangan keamanan kini tidak lagi semata-mata bersifat konvensional. Perang modern melibatkan teknologi canggih, siber, ruang angkasa, hingga kecerdasan buatan (AI). Oleh karena itu, TNI harus membangun struktur baru yang lebih ramping, gesit, dan berbasis teknologi. “Kita tidak bisa lagi berpikir seperti era 1970-an. TNI harus jadi kekuatan masa depan,” tegasnya.
Prabowo juga meminta Panglima TNI untuk meninjau ulang efisiensi komando di tiap matra, memperkuat strategi satuan tempur, serta mengintegrasikan operasi darat, laut, dan udara melalui sistem pertahanan terpadu.
Selain itu, ia menyoroti pentingnya regenerasi kebijakan. “Beri ruang bagi perwira muda yang punya semangat dan ide segar. Jangan biarkan birokrasi lambat menghambat kemajuan,” katanya.
Instruksi ini disebut sebagai bagian dari langkah reformasi pertahanan nasional menjelang masa pemerintahannya sebagai Presiden RI. Dengan pembenahan organisasi dan peningkatan profesionalisme, Prabowo berharap TNI menjadi kekuatan modern yang disiplin, kuat, dan dicintai rakyat di era baru pertahanan Indonesia.

0 Komentar