Pemerintah terus mempercepat pembangunan Jalan Tol Bogor–Serpong via Parung sebagai salah satu proyek strategis nasional yang diharapkan mampu memperkuat konektivitas kawasan Jabodetabek. Proyek ini dinilai krusial karena akan menjadi jalur alternatif penghubung antara Bogor, Tangerang Selatan, dan Jakarta tanpa harus melewati jalur macet di Jagorawi maupun Tol Jakarta–Serpong.
Tol sepanjang 33 kilometer ini dikerjakan oleh PT Trans Bumi Serpong (anak usaha Waskita Toll Road) dengan nilai investasi mencapai Rp8,9 triliun. Kemajuan konstruksinya kini telah mencapai lebih dari 60 persen dan ditargetkan rampung pada pertengahan 2026.
Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Basuki Hadimuljono menjelaskan bahwa kehadiran tol ini akan memangkas waktu perjalanan dari Bogor ke Serpong menjadi hanya 30 menit, dari sebelumnya bisa mencapai satu setengah jam. “Tol ini akan memperlancar mobilitas masyarakat, distribusi logistik, serta mendukung pengembangan kawasan ekonomi baru di Jakarta Selatan,” ujarnya.
Selain mempercepat konektivitas, jalan tol ini juga diharapkan mengurai kemacetan di sejumlah ruas utama seperti Parung, Ciputat, dan Pamulang. Pemerintah daerah di sekitar jalur tol pun mulai menyiapkan rencana tata ruang untuk mengantisipasi pertumbuhan ekonomi dan organisasi baru.
Direktur Jenderal Bina Marga Hedy Rahadian menambahkan, proyek ini juga dirancang dengan konsep infrastruktur hijau, di mana sebagian trase tol akan dilengkapi kawasan hijau dan fasilitas resapan air untuk mendukung ekosistem lingkungan.
Dengan rampungnya Tol Bogor–Serpong via Parung nanti, konektivitas antarwilayah Jabodetabek diyakini akan semakin efisien, sekaligus menjadi pendorong pertumbuhan ekonomi regional di sektor industri, perdagangan, dan perumahan.

0 Komentar