Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) melalui Balai Taman Nasional Manusela melanjutkan upaya pencarian terhadap Firdaus Ahmad Fauji (27), pendaki asal Bogor yang dilaporkan hilang di Gunung Binaiya, Kabupaten Maluku Tengah, sejak 26 April 2025. Pencarian lanjutan ini berlangsung selama tujuh hari, dimulai pada 12 Mei 2025, sebagai tanggapan atas permintaan dari berbagai pihak, termasuk keluarga korban dan setempat, serta didukung oleh Wakil Bupati Maluku Tengah, Mario Lawalata .
Kronologi Kejadian
Firdaus memulai pendakian bersama sepuluh rekannya dari Desa Piliana pada tanggal 24 April 2025. Pada tanggal 26 April, saat rombongan mulai menuruni gunung, salah satu anggota mengalami cedera kaki. Firdaus memilih untuk berjalan lebih dulu sendirian dan karena itu tidak terlihat lagi. Terakhir kali ia terlihat di jalur Nasapeha sekitar pukul 17.30 WIB, dalam kondisi cuaca buruk dengan kabut tebal dan angin kencang .
Upaya Pencarian
Tim SAR gabungan yang terdiri dari Basarnas, Polisi Kehutanan, TNI-Polri, dan relawan masyarakat telah melakukan pencarian intensif. Selama pencarian, ditemukan jejak sepatu dan puntung rokok yang diduga milik Firdaus di sekitar Kali Yala dan Kali Yahe . Namun, hingga kini, keberadaan Firdaus belum diketahui.
Penutupan Jalur Pendakian
Sebagai langkah antisipatif, Balai Taman Nasional Manusela menutup sementara jalur pendakian Gunung Binaiya selama 13 hari, terhitung sejak 29 April hingga 11 Mei 2025, untuk memfasilitasi proses pencarian dan menjamin keselamatan pendaki lainnya .
Dengan dilanjutkannya pencarian, diharapkan Firdaus dapat segera ditemukan. Masyarakat dan pihak terkait terus memberikan dukungan dan berharap upaya ini membuahkan hasil yang positif.
Gunung Binaiya, sebagai salah satu dari tujuh puncak tertinggi di Indonesia, dikenal memiliki medan yang menantang dan kondisi cuaca yang cepat berubah, sehingga pendaki diimbau untuk selalu mempersiapkan diri dengan baik dan mengikuti prosedur keselamatan yang ditetapkan.
0 Komentar