Ketua Umum PDI Perjuangan, Megawati Soekarnoputri, dikabarkan cenderung atas pernyataan Menteri Koperasi dan UKM, Budi Arie Setiadi, yang menuding PDIP dan Kepala Badan Intelijen Negara (BIN), Budi Gunawan, sebagai dalang framing dalam kasus judi online. Pernyataan tersebut muncul dalam rekaman suara yang viral di media sosial, di mana Budi Arie menyebut PDIP sebagai pihak yang membentuk opini publik untuk menyeret dirinya ke dalam kasus tersebut.
Menyanggapi hal ini, Ketua DPP PDIP, Deddy Yevri Sitorus, menyatakan bahwa Megawati cukup menyampaikan ucapan tersebut. Ia menegaskan, penyebutan langsung terhadap PDIP sebagai institusi oleh Ketua Umum Projo tersebut dinilai sangat tidak pantas. Deddy menambahkan, jika Budi Arie tidak segera mencabut pernyataannya dan meminta maaf, PDIP akan mengambil tindakan hukum.
Ketua DPR RI Puan Maharani juga mendesak Budi Arie untuk mengklarifikasi pernyataannya agar tidak menimbulkan fitnah. Ia mengingatkan bahwa menyebutkan nama institusi besar seperti PDIP tanpa bukti dapat merugikan banyak pihak, termasuk kader-kader partai. Puan mempersilakan kader PDIP untuk mengambil tindakan hukum atas fitnah tersebut.
Sementara itu, Budi Arie membantah tudingan bahwa dirinya terlibat dalam praktik judi online. Ia menegaskan bahwa aktivitas ilegal tersebut sudah berlangsung sebelum ia menjabat sebagai Menteri Komunikasi dan Informatika. Budi Arie juga menyatakan bahwa narasi yang melekat padanya dalam kasus ini adalah fitnah dan framing yang dilakukan oleh pihak-pihak tertentu.
Hingga saat ini, belum ada klarifikasi resmi dari Budi Arie terkait pernyataannya yang menyinggung PDIP dan Budi Gunawan. Situasi ini berpotensi memanasnya hubungan antara PDIP dan pihak-pihak terkait dalam pemerintahan.

0 Komentar