Ratusan Siswa di Bogor Diduga Keracunan Usai Konsumsi Makanan Bergizi Gratis (MBG)

 

Kota Bogor, Jawa Barat, diguncang oleh kejadian keracunan massal yang menimpa ratusan siswa dari berbagai jenjang pendidikan. Hingga Minggu, 11 Mei 2025, Dinas Kesehatan Kota Bogor mencatat total 210 siswa mengalami gejala keracunan setelah mengonsumsi makanan dari program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang disediakan oleh Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Bosowa Bina Insani .


Kronologi Kejadian

Kasus pertama dilaporkan pada Rabu, 7 Mei 2025, di Sekolah Bosowa Bina Insani, di mana 36 siswa mengalami keluhan seperti diare, muntah, mual, dan demam. Gejala serupa kemudian dilaporkan oleh siswa dari delapan sekolah lain yang menerima pasokan makanan dari SPPG yang sama.


Penanganan dan Investigasi

Dinas Kesehatan Kota Bogor telah melakukan penyelidikan epidemiologi dan mengambil sampel makanan serta muntahan siswa untuk diuji di Laboratorium Kesehatan Daerah (Labkesda). Hasil uji laboratorium masih menunggu konfirmasi lebih lanjut.


Tindakan Lanjutan

Badan Gizi Nasional (BGN) menyatakan akan memancarkan secara menyeluruh proses penyajian makanan dalam program MBG. Langkah ini diambil untuk mencegah terulangnya kejadian serupa di masa mendatang.


Kasus Serupa di Daerah Lain

Insiden keracunan makanan dalam program MBG bukan pertama kali terjadi. Sebelumnya, kasus serupa dilaporkan di Tasikmalaya, Cianjur, dan PALI, Sumatera Selatan, dengan jumlah korban bervariasi.


Imbauan kepada Masyarakat

Pihak yang berwenang mengimbau masyarakat, khususnya orang tua siswa, untuk tetap tenang dan mengikuti informasi resmi dari instansi terkait. Masyarakat juga diharapkan tidak menyebarkan informasi yang belum terverifikasi guna menghindari ketakutan.

Pemerintah Kota Bogor berkomitmen untuk terus memantau perkembangan kasus ini dan memastikan keamanan serta kesehatan para siswa.

Posting Komentar

0 Komentar