Kereta Rel Listrik (KRL) impor dari China resmi mulai beroperasi di Jabodetabek pada awal Juni 2025. KRL baru ini diklaim memiliki teknologi lebih modern, kapasitas lebih besar, serta efisiensi energi yang lebih baik dibandingkan armada lama.
Namun, pengoperasian KRL impor ini memicu tanggapan beragam dari DPR. Sejumlah anggota Komisi V menyampaikan kritik terkait kurangnya keberpihakan pada industri dalam negeri.
“Pemerintah seharusnya mendorong produksi dalam negeri, bukan bergantung pada impor. Ini jadi sinyal buruk bagi industri kereta lokal seperti INKA,” ujar salah satu anggota DPR.
Meski begitu, sebagian anggota DPR lainnya memahami langkah ini sebagai solusi jangka pendek untuk memenuhi kebutuhan transportasi yang meningkat, sekaligus mendorong peningkatan kapasitas produksi nasional dalam jangka panjang.
Pemerintah sendiri menyebut pengadaan KRL dari China dilakukan karena mendesaknya kebutuhan dan keterbatasan waktu produksi jika harus mengandalkan pabrikan lokal.

0 Komentar