Keputusan pemerintah pusat yang menetapkan empat pulau di perairan Aceh masuk ke wilayah administratif Sumatera Utara menuai reaksi keras dari berbagai pihak, terutama kalangan mahasiswa dan aktivis di Aceh.
Dalam aksi unjuk rasa yang digelar di Banda Aceh, sejumlah pelajar menyuarakan penolakan tegas atas keputusan tersebut. Mereka menilai langkah itu sebagai bentuk pengabaian sejarah, identitas, dan kedaulatan wilayah Aceh.
“Ini bukan sekedar soal batasan wilayah. Ini adalah intimidasi terhadap rakyat Aceh,” tegas salah satu orator aksi.
Pulau-pulau yang dimaksud terletak di sekitar wilayah perairan Aceh Singkil, yang selama ini secara budaya dan geografis lebih dekat dengan Aceh.
Mahasiswa dan tokoh masyarakat menuntut pemerintah pusat meninjau ulang keputusan tersebut dan mendesak pemerintah Aceh untuk mengambil langkah hukum serta diplomasi guna mempertahankan hak wilayahnya.
FIFA CLUB WORLD CUP 2025 : Click For Watch!!!


0 Komentar