Ayatollah Ali Khamenei adalah Pemimpin Tertinggi Iran sejak tahun 1989, menggantikan Ayatollah Ruhollah Khomeini, pendiri Republik Islam Iran. Ia memiliki pengaruh besar dalam sistem politik, militer, dan agama di Iran. Sebagai seorang ulama Syiah, Khamenei memainkan peran utama dalam menjaga ideologi revolusioner Iran pasca-revolusi 1979.
Lahir pada 17 Juli 1939 di Masyhad, Khamenei berasal dari keluarga ulama. Ia dikenal sebagai sosok yang mendalami fikih, filsafat Islam, dan sastra. Sebelum menjadi Pemimpin Tertinggi, ia pernah menjabat sebagai Presiden Iran (1981–1989) dan dikenal dekat dengan Garda Revolusi.
Menariknya, sebagian kalangan Syiah mengklaim bahwa Khamenei merupakan sayyid, yaitu keturunan Nabi Muhammad SAW dari garis cucu beliau, yakni Hasan atau Husain. Ia disebut sebagai cucu ke-38 Rasulullah SAW, meskipun klaim ini bersifat genealogis dan tidak selalu dapat dibuat secara ilmiah. Di kalangan Syiah, status sebagai sayyid memiliki nilai spiritual tersendiri, sering dikaitkan dengan legitimasi moral dan kepemimpinan.
Khamenei dikenal sebagai tokoh yang tegas terhadap Barat, terutama Amerika Serikat dan Israel. Ia juga berperan penting dalam kebijakan luar negeri Iran dan konflik regional, seperti Suriah, Irak, hingga dukungannya terhadap kelompok Hizbullah di Lebanon.
Sebagai tokoh sentral Iran, Ayatollah Khamenei menjadi simbol kontinuitas revolusi Islam, dengan pengaruh besar terhadap jutaan pengikutnya di dunia Syiah.


0 Komentar