Militer Thailand Siap Gelar Operasi Besar Jika Konflik Perbatasan dengan Kamboja Memanas

 


Militer Thailand menyatakan kesiapan untuk melancarkan operasi militer besar jika ketegangan di perbatasan dengan Kamboja semakin meningkat. Pernyataan ini muncul setelah kejadian baku tembak di wilayah perbatasan yang belum ditetapkan pada 28 Mei 2025, yang mengakibatkan seorang tentara Kamboja terbunuh.

Perdana Menteri Thailand, Paetongtarn Shinawatra, menegaskan bahwa meskipun militer siap mempertahankan kedaulatan negara, pemerintah tetap mengedepankan penyelesaian damai. Namun, ia juga menyatakan bahwa eskalasi militer tetap menjadi opsi jika diperlukan. Sementara itu, Menteri Pertahanan Thailand, Phumtham Wechayachai, menganjurkan agar kedua pihak mundur ke posisi yang telah disepakati pada tahun 2024 dalam upaya meredakan ketegangan.

Di sisi lain, Perdana Menteri Kamboja, Hun Manet, memperingatkan bahwa retorika nasionalis yang berkembang di kedua negara dapat memperbaiki situasi. Ia menekankan pentingnya penyelesaian melalui komite nasional dan negosiasi teknis berdasarkan kerangka hukum sejarah.

Ketegangan ini mengingatkan pada konflik sebelumnya antara kedua negara, seperti penyelesaian di sekitar kuil Preah Vihear yang telah berlangsung selama beberapa dekade dan pernah memicu bentrokan bersenjata pada tahun 2011. Meskipun Mahkamah Internasional telah memberikan keputusan terkait wilayah tersebut, beberapa wilayah perbatasan masih menjadi sumber perkawinan.

Pemerintah kedua negara saat ini berupaya menahan diri dan mencari solusi komunikasi untuk menghindari eskalasi lebih lanjut yang dapat mengganggu stabilitas kawasan.








Posting Komentar

0 Komentar