Pasca diumumkannya kesepakatan dagang antara AS dan Vietnam pada 2 Juli 2025, indeks VN‑Index melonjak ke level tertinggi sejak April 2022. Kenaikan ini memicu optimisme pasar terhadap pengurangan tarif AS yang baru dikenakan, yakni 20% terhadap produk dari Vietnam, serta janji tarif nol bagi ekspor AS ke Vietnam.
Pada sesi perdagangan terkini, VN‑Index menanjak hingga 1.385 poin, naik sekitar 0,5%, dan mencatatkan peningkatan lebih dari 8% selama setahun terakhir . Lonjakan ini dapat ditelusuri kembali ke level 1.342 poin di awal Juni 2025, dan kemudian menembus 1.347 poin awal bulan ini .
Investor, terutama asing, mulai kembali masuk—setelah tujuh hari jual bersih. Aliran modal asing kembali mencerminkan kepercayaan terhadap prospek ekonomi jangka menengah Vietnam. Saham-saham sektor sekuritas, properti, dan perbankan menjadi penggerak utama reli pasar .
Meski begitu, Valuta mencatat sedikit tekanan; nilai rupiah Vietnam (dong) melemah ke rekor terendah sekitar 26.220 – 26.230/dolar AS .
Secara fundamental, negosiasi tarif, tindakan antitranshipment ilegal, dan pembicaraan pelonggaran hambatan non-tarif menunjukkan bahwa kesepakatan dagang berpotensi lebih luas dari sekadar tarif sementara.
Kesimpulan: Sentimen positif dari kesepakatan dagang AS-Vietnam mendorong pasar saham Vietnam menembus tiga tahun tertinggi, didukung arus modal masuk dan sektor unggulan. Namun, mata uang dan potensi perubahan kebijakan fiskal AS tetap harus diwaspadai oleh investor.


0 Komentar