Indonesia dan Arab Saudi resmi menjalin komitmen strategis bisnis senilai US$27 miliar (sekitar Rp437–438 triliun) dalam pertemuan bilateral di Jeddah pada 2 Juli 2025. Kesepakatan ini mencakup investasi di sektor energi bersih, petrokimia, avtur, serta teknologi dan kesehatan.
Di sektor energi bersih, kedua negara sepakat mengembangkan proyek bersama seperti pasokan minyak mentah, kilang dan petrokimia, energi baru terbarukan, penyimpanan energi, teknologi hidrogen bersih, efisiensi energi, penangkapan karbon, dan pemanfaatan AI dalam sistem energi nasional.
Sementara itu, di bidang kesehatan, Indonesia dan Arab Saudi menandatangani MoU dalam pengembangan farmasi, vaksin, teknologi kesehatan, serta peningkatan SDM medis. Fokus termasuk standar kesehatan jamaah haji dan umrah, pengiriman dokter, dan digitalisasi sertifikat vaksin .
Nilai total kesepakatan mencapai sekitar US$27 miliar atau setara dengan Rp437–438 triliun, menunjukkan kedalaman kemitraan di antara kedua negara. Investasi ini tidak hanya berdampak pada energi dan kesehatan, tetapi juga membuka jalan bagi kolaborasi ekonomi digital, logistik, pertambangan, dan riset teknologi hijau.
Secara keseluruhan, kesepakatan ini memperkuat kemitraan Indonesia–Arab Saudi dalam mewujudkan pembangunan berkelanjutan sesuai visi Saudi 2030 dan Indonesia Emas 2045, melalui sinergi sektor publik dan swasta. Untuk proyek ini, pemerintah akan melanjutkan implementasi melalui Dewan Koordinasi Bersama serta Dewan Bisnis Saudi-Indonesia.


0 Komentar