Jadi Produsen Udang Terbesar Dunia, Ini Hambatan Terberat RI

 


Indonesia memiliki potensi besar menjadi produsen dan pengekspor udang terbesar di dunia, mengingat panjang garis pantai serta kekayaan sumber daya perairan yang dimilikinya. Namun, sejumlah kendala mendasar masih menjadi batu sandungan utama di industri udang nasional.

Pertama, serangan penyakit seperti AHPND, WSSV, dan EHP memberikan dampak serius terhadap produktivitas tambak, terutama pada fase awal budidaya (<30 hari), yang sering menyebabkan kematian massal dan biaya produksi membengkak. Kedua, biaya produksi yang relatif tinggi karena ketergantungan pada benur dan pakan impor, serta kegagalan tebar yang tinggi, menjadikan harga pokok penjualan lebih mahal dibandingkan produsen lain seperti India, Vietnam, dan Ekuador .

Selain itu, perizinan yang berbelit dan ketidakkonsistenan tata ruang penyimpanan lahan investasi dan pengembangan tambak yang efisien, terutama di daerah talam kluster dan skala kecil .

Isu lainnya adalah pasokan dan akses pasar global, termasuk tantangan dalam memenuhi standar ketat internasional seperti HACCP dan BAP, serta penurunan harga akibat persaingan global dan menandakan permintaan pasar ekspor.

Untuk menjawab tantangan ini, industri memerlukan langkah-langkah konkret: peningkatan teknologi budidaya berkelanjutan, modernisasi hatchery benur, penguatan cold storage, serta akses pasar alternatif melalui diversifikasi tujuan ekspor dan reformasi izin regulasi.


Posting Komentar

0 Komentar