Konstruksi Flyover Sitinjau Lauik Dimulai Oktober 2025, Fokus pada Keselamatan dan Topografi

 


Meskipun berkembang narasi bahwa konstruksi Flyover SitinjauLauik akan dimulai Oktober 2025, kenyataannya proyek ini telah resmi dimulai pada tahap konstruksi sejak Mei 2025 setelah penandatanganan kontrak dengan Hutama Karya dan mitranya . Konstruksi tahap I sejauh 2,7km ditargetkan rampung dalam waktu 822 hari atau sekitar 2,5 tahun ke depan .

Flyover yang dirancang melalui skema Kerjasama Pemerintah dan Badan Usaha (KPBU) ini menghubungkan Padang–Solok, bertujuan utama mengatasi tikungan ekstrem dan gradien tajam di jalur SitinjauLauik yang rawan kecelakaan . Proyek senilai Rp2,28 hingga Rp2,79 triliun ini juga mengintegrasikan desain tahan gempa sesuai rekomendasi Kementerian PUPR, mengingat wilayah Sumatera Barat terletak di zona seismik aktif .

Masalah topografi menjadi tantangan utama: jalur baru harus dirancang ulang geometrik jalan sehingga pengendara tidak lagi mengalami tikungan tajam dan tanjakan ekstrem. Selain itu, proses pembebasan lahan seluas lebih dari 10 hektar menjadi kendala penting yang harus diselesaikan sebelum konstruksi penuh berjalan.

Dengan fokus pada keselamatan dan efisiensi lalu lintas, flyover ini diharapkan tidak hanya menekan angka kecelakaan, namun juga mengurangi waktu tempuh dari 2 jam menjadi 45 menit antara Padang dan Solok, serta memperlancar logistik dan mobilitas ekonomi di Sumbar .


Posting Komentar

0 Komentar