Pemerintah Indonesia untuk pertama kalinya menerbitkan Kangaroo Bond, yaitu obligasi berdenominasi dolar Australia (AUD) yang dijual di pasar keuangan Australia. Penerbitan ini dilakukan untuk memperluas basis investor dan memanfaatkan kondisi pasar obligasi yang tengah positif.
Menurut keterangan Kementerian Keuangan, penerbitan Kangaroo Bond tersebut berhasil menarik minat investor secara signifikan, dengan total permintaan mencapai hampir dua kali lipat dari target awal. Kewajiban ini diterbitkan dalam tenor 5 dan 10 tahun, dengan tingkat kupon kompetitif yang disesuaikan dengan kondisi pasar global.
Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati menyatakan bahwa keberhasilan ini mencerminkan kepercayaan investor internasional terhadap fundamental ekonomi Indonesia. “Permintaan yang tinggi menunjukkan keyakinan pasar terhadap prospek pertumbuhan ekonomi dan pengelolaan fiskal kita,” ujarnya.
Dana hasil publikasi akan digunakan untuk membiayai program pembangunan prioritas, termasuk infrastruktur, pendidikan, dan transisi energi. Langkah ini juga menjadi bagian dari strategi diversifikasi sumber pembiayaan agar tidak bergantung pada pasar obligasi tradisional.
Dengan keberhasilan ini, Indonesia masuk dalam daftar negara Asia yang mampu mengakses pasar Kangaroo Bond secara efektif, sekaligus memperkuat posisi di pasar keuangan global.


0 Komentar