Kebakaran melanda Markas Gegana Brimob di kawasan Kelapa Dua, Depok, pada Senin malam (1/9/2025). Api yang semula muncul dari salah satu gudang peralatan taktis dengan cepat membesar, sehingga membuat puluhan personel Brimob dan warga sekitar panik.
Dinas Pemadam Kebakaran (Damkar) Kota Depok bergerak cepat setelah menerima laporan sekitar pukul 20.30 WIB. Sebanyak 12 unit mobil pemadam kebakaran dari berbagai sektor langsung dikerahkan ke lokasi. Petugas harus bekerja ekstra karena titik api berada di bangunan berlapis bahan yang mudah terbakar.
Kepala Dinas Damkar Depok, Arif Wibowo, mengatakan api baru bisa dikendalikan setelah hampir dua jam upaya pemadaman. “Kami kerahkan 12 mobil beserta 50 personel. Api cukup besar, namun alhamdulillah bisa dicegah agar tidak merembet ke gedung utama markas Gegana,” jelasnya.
Meski tidak menimbulkan jiwa korban, kebakaran ini menghanguskan sebagian gudang logistik dan sejumlah perlengkapan operasional. Hingga kini, penyebab kebakaran masih dalam penyelidikan tim Puslabfor Mabes Polri. Dugaan awal mengarah pada korsleting listrik di area penyimpanan.
Situasi sempat mencekam karena lokasi gudang berdekatan dengan ruang penyimpanan amunisi. Aparat segera mengevakuasi personel serta mengamankan area sekitar untuk mencegah risiko lebih besar. Beberapa ruas jalan menuju markas Gegana juga ditutup sementara untuk memudahkan akses pemadam kebakaran mobil.
Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo memantau langsung perkembangan di lapangan dan meminta proses investigasi dilakukan secara transparan. Ia menegaskan, peristiwa ini menjadi evaluasi penting terkait standar fasilitas keamanan milik Polri.
Hingga Selasa dini hari, kondisi di lokasi sudah terkendali. Petugas gabungan masih melakukan memastikan tidak ada sisa api. Warga sekitar diimbau tetap tenang karena situasi dinyatakan aman.

0 Komentar