PT Kereta Cepat Indonesia China (KCIC) memprediksi memancing penumpang pada arus balik libur panjang Maulid Nabi Muhammad SAW, Minggu (8/9). Lonjakan diperkirakan terjadi menjelang malam hari, terutama untuk perjalanan dari Stasiun Tegalluar dan Padalarang menuju Halim, Jakarta.

General Manager Corporate Secretary KCIC, Eva Chairunisa, menyebutkan tren serupa memang kerap muncul pada akhir libur panjang. Banyak penumpang memilih keberangkatan malam karena ingin memanfaatkan waktu libur sepenuhnya sebelum kembali beraktivitas esok harinya. “Puncak arus balik diperkirakan mulai sore hingga malam dengan okupansi mendekati 100 persen,” ujar Eva.

Menurutnya, KCIC telah menyiapkan langkah-langkah antisipasi berupa penambahan jadwal perjalanan Whoosh, khususnya pada jam-jam favorit. Hingga Minggu siang, jumlah penumpang yang tercatat mencapai lebih dari 20 ribu orang, dan angka ini diprediksi terus bertambah hingga malam.

Selain menambah jadwal, KCIC juga memperkuat layanan operasional dengan menyiagakan petugas tambahan di stasiun serta meningkatkan kebersihan dan kenyamanan fasilitas. “Kami ingin memastikan seluruh pengguna Whoosh tetap merasa aman dan nyaman selama perjalanan arus balik,” tambahnya.

Dalam beberapa bulan terakhir, kereta cepat Whoosh semakin menjadi pilihan utama masyarakat yang melakukan perjalanan antara Jakarta–Bandung. Kecepatan, ketepatan waktu, serta kemudahan akses menjadi alasan utama tingginya minat penumpang.

KCIC mengimbau masyarakat agar melakukan pembelian tiket secara berani sejak jauh-jauh hari untuk menghindari kehabisan kursi. Perusahaan juga mengingatkan agar penumpang datang lebih awal ke stasiun guna memperlancar proses boarding di tengah kepadatan arus balik.

Dengan langkah antisipasi ini, KCIC optimistis arus balik libur Maulid Nabi dapat berjalan lancar tanpa kendala berarti.