Suasana duka masih menyelamatkan keluarga korban kebakaran kantor DPRD Makassar yang terjadi usai aksi unjuk rasa berakhir ricuh pada Kamis (5/9). Salah satu korban, seorang pelajar berusia 21 tahun, hingga kini masih terbaring kritis di ruang ICU Rumah Sakit Wahidin Sudirohusodo, Makassar.
Ayah korban, Andi, tak berdaya menahan tangis saat menceritakan kondisi anaknya yang mengalami luka bakar serius. Ia mengaku hatinya hancur melihat sang anak terbaring lemah dengan tubuh penuh perban. "Sebagai orang tua, saya tidak pernah membayangkan anak saya menjadi korban. Dia hanya ikut menyuarakan aspirasi, tapi sekarang harus berjuang antara hidup dan mati," ucapnya dengan suara bergetar.
Menurut keterangan pihak rumah sakit, korban mengalami luka bakar hingga 60 persen dan membutuhkan perawatan intensif. Tim medis juga menyebut kondisi pasien masih fluktuatif, sehingga keluarga diminta menunggu kesabaran perkembangan lebih lanjut.
Andi berharap aparat kepolisian bisa mengusut tuntas kasus pembakaran kantor DPRD tersebut. Ia menilai aksi anarkistis itu telah merugikan banyak pihak, termasuk menelan korban dari kalangan pelajar. “Kami minta keadilan. Jangan sampai kejadian ini dibiarkan begitu saja,” tegasnya.
Sementara itu, pihak kepolisian menyatakan telah mengamankan sejumlah orang yang diduga terlibat dalam aksi pembakaran. Penyelidikan masih terus berjalan untuk memastikan siapa dalang di balik kericuhan tersebut.
Tragedi ini menjadi pengingat betapa aksi unjuk rasa harus tetap berada dalam koridor damai. Bagi keluarga korban, perjuangan kini bukan hanya soal keadilan, tetapi juga doa agar anak segera pulih dari luka yang membekas.

0 Komentar