AS–China Gelar Perundingan di Madrid: TikTok Jadi Bahasan Utama

 

Amerika Serikat dan China kembali duduk bersama dalam perundingan bilateral yang digelar di Madrid, Spanyol, pada Senin (8/9). Pertemuan ini berlangsung di tengah meningkatnya ketegangan geopolitik dan ekonomi antara kedua negara. Salah satu isu yang disebutkan dalam pembahasan adalah aplikasi media sosial populer, TikTok, yang selama ini menjadi sorotan pemerintah AS terkait keamanan data dan pengaruh geopolitik.


Delegasi AS kekhawatiran mengenai perlindungan data pengguna, khususnya kemungkinan akses pemerintah China terhadap data warga Amerika. Washington menegaskan bahwa keamanan siber menjadi prioritas, dan TikTok dianggap memiliki potensi risiko strategi. Beberapa anggota Kongres bahkan mendorong pelarangan penuh atau akuisisi TikTok oleh perusahaan asal AS.


Sementara itu, pihak Tiongkok menolak tuduhan tersebut dan menyebut bahwa TikTok adalah platform global yang dikelola secara profesional, bukan alat politik. Delegasi Beijing menilai langkah AS yang menekan TikTok sebagai bentuk diskriminasi terhadap perusahaan teknologi asal China. Mereka meminta agar regulasi internasional ditegakkan secara adil tanpa merugikan satu pihak.


Selain isu TikTok, perundingan juga membahas perdagangan bilateral, teknologi semikonduktor, serta stabilitas kawasan Asia-Pasifik. Meski penuh perbedaan, kedua pihak sepakat untuk menjaga komunikasi terbuka guna mencegah konflik yang bisa berdampak pada ekonomi global.


Pengamat menilai perundingan di Madrid ini menjadi ujian penting bagi hubungan AS–China. Jika masalah TikTok tidak menemukan titik temu, tidak mungkin akan muncul ketegangan baru di bidang teknologi dan perdagangan. Namun, setidaknya pertemuan ini menunjukkan adanya niat politik dari kedua negara untuk tetap berkomunikasi di tengah persaingan yang semakin tajam.

Posting Komentar

0 Komentar