Badan Klasifikasi Indonesia (BKI), salah satu strategi BUMN di bidang jasa klasifikasi dan sertifikasi, resmi menjalin kerja sama dengan Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) untuk memperluas penelitian di sektor manufaktur, energi, hingga teknologi nuklir. Kolaborasi ini ditandai dengan penandatanganan nota kesepahaman di Jakarta, yang dihadiri langsung oleh jajaran direktur BKI dan pimpinan BRIN.
Direktur Utama BKI menuturkan, langkah ini merupakan bagian dari transformasi perusahaan agar tidak hanya fokus pada klasifikasi kapal, tetapi juga berperan aktif dalam mendukung penelitian nasional. “Kami melihat pentingnya inovasi sebagai kunci daya saing. Dengan menggandeng BRIN, BKI siap menjadi mitra dalam riset yang relevan untuk kebutuhan industri,” ujarnya.
Salah satu bidang yang menjadi perhatian adalah teknologi nuklir, terutama pemanfaatannya untuk energi dan penerapan industri. BRIN menilai BKI dapat berperan dalam aspek sertifikasi, pengujian, hingga penjaminan standar keamanan. Selain itu, penelitian di bidang manufaktur, seperti material baru dan teknologi otomasi, juga akan menjadi prioritas.
Kerja sama ini diproyeksikan tidak hanya memperkuat kapasitas riset nasional, tetapi juga membuka peluang bagi BKI untuk memperluas layanan ke sektor industri non-maritim. Dengan demikian, BKI diharapkan mampu memberikan kontribusi lebih besar terhadap pertumbuhan ekonomi nasional sekaligus mendukung agenda kemandirian teknologi Indonesia.
Pengamat menilai kolaborasi BUMN dengan lembaga riset seperti BRIN merupakan langkah strategis untuk mempercepat hilirisasi teknologi. Jika berjalan secara konsisten, kerja sama ini diyakini dapat membawa Indonesia lebih kompetitif di tingkat global, khususnya dalam bidang energi baru dan teknologi tinggi.

0 Komentar