Bukan Hanya IKN Nusantara, Ini 7 Negara dengan Ibu Kota Politik Terpisah dari Pusat Ekonomi

 

Pembangunan Ibu Kota Nusantara (IKN) di Kalimantan Timur menjadi langkah bersejarah Indonesia memindahkan pusat pemerintahan dari Jakarta. Konsep pemisahan ibu kota politik dari pusat ekonomi bukanlah hal baru di dunia. Sejumlah negara dulu menerapkan strategi serupa dengan alasan pemerataan pembangunan, mengurangi beban kota besar, hingga perlindungan.


Salah satu contoh yang paling dikenal adalah Australia, yang menempatkan ibu kota politik di Canberra, sementara pusat ekonomi dan bisnis tetap berada di Sydney dan Melbourne. Lalu ada Brasil, dengan Brasília sebagai pusat pemerintahan, sementara São Paulo dan Rio de Janeiro menjadi motor ekonomi.


Nigeria juga mengambil langkah serupa ketika memindahkan ibu kota dari Lagos ke Abuja, demi menciptakan pusat administrasi yang lebih netral dan terjangkau dari berbagai wilayah. Turki memilih Ankara sebagai ibu kota politik, meski Istanbul masih menjadi pusat ekonomi dan budaya.


Contoh lainnya adalah Pakistan, yang memindahkan ibu kota dari Karachi ke Islamabad demi alasan strategis dan keamanan nasional. Amerika Serikat pun menerapkan konsep ini, dengan Washington D.C. sebagai pusat pemerintahan, sedangkan New York berkembang sebagai pusat ekonomi dunia. Sementara itu, Malaysia memiliki Putrajaya sebagai pusat administrasi federal, sementara Kuala Lumpur tetap menjadi kota terbesar dan pusat bisnis.


Langkah Indonesia membangun IKN Nusantara menempatkannya di jajaran negara-negara yang mengadopsi kebijakan serupa. Pemisahan ini diharapkan dapat menciptakan pemerataan pembangunan dan mengurangi beban Jakarta sebagai pusat ekonomi sekaligus pemerintahan. Jika dikelola dengan baik, strategi ini berpotensi memperkuat daya saing nasional serta meningkatkan kualitas hidup masyarakat di luar Jawa.

Posting Komentar

0 Komentar