Nama Wahyudin Moridu mendadak menjadi sorotan publik setelah pernyataannya dalam sebuah rapat resmi DPRD Gorontalo viral di media sosial. Dalam rekaman video yang beredar, Wahyudin melontarkan ucapan kontroversial dengan menyebut keinginannya untuk “merampok negara”. Ucapan itu menuai kritik tajam dari berbagai kalangan, karena dinilai tidak pantas diucapkan oleh seorang wakil rakyat.
Wahyudin Moridu adalah anggota DPRD Gorontalo dari salah satu partai politik besar yang terpilih pada periode 2019–2024. Ia berasal dari daerah pemilihan Kabupaten Boalemo, wilayah yang cukup dikenal sebagai basis dukungan politiknya. Sebelum menjabat sebagai legislator, Wahyudin aktif dalam kegiatan sosial dan politik lokal, sehingga namanya cukup dikenal di kalangan masyarakat setempat.
Meski begitu, kiprahnya di DPRD kerap menuai sorotan. Beberapa kali ia terlibat dalam pertemuan panas dalam rapat-rapat resmi, khususnya mengenai isu anggaran dan kebijakan pembangunan daerah. Pernyataan “ingin konflik negara” yang ia lontarkan, meskipun diduga dalam konteks bercanda atau emosi pada saat itu, dinilai mencoreng citra lembaga legislatif.
Wahyudin sendiri akhirnya memberikan klarifikasi. Ia menyebut ucapannya tidak dimaksudkan secara harfiah, melainkan bentuk kekecewaan terhadap kebijakan pemerintah pusat yang dianggap kurang berpihak pada daerah. Meski begitu, banyak pihak yang menilai seorang anggota dewan seharusnya bisa menyampaikan kritik dengan bahasa yang lebih sopan.
Kasus ini menjadi pengingat pentingnya menjaga etika komunikasi di ruang publik, khususnya bagi pejabat publik yang setiap perkataannya akan mendapat sorotan. Bagi masyarakat Gorontalo, kontroversi ini menambah catatan dinamika politik lokal yang sering muncul di kalangan wakil rakyat.

0 Komentar