Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) merilis data terbaru terkait bencana banjir yang melanda sejumlah wilayah di Bali sejak Sabtu (6/9/2025). Hingga Senin (8/9/2025), tercatat 17 orang meninggal dunia dan 5 warga lainnya masih dinyatakan hilang akibat derasnya banjir bandang yang dipicu hujan ekstrem.
Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Abdul Muhari, menyampaikan bahwa korban tersebar di beberapa kabupaten, terutama di Jembrana, Tabanan, dan Buleleng. Selain korban jiwa, ratusan rumah warga dilaporkan rusak berat maupun terendam lumpur. “BNPB bersama pemerintah daerah dan TNI-Polri terus melakukan pencarian terhadap lima warga yang masih hilang. Kami juga fokus pada pemenuhan kebutuhan dasar pengungsi,” ujar Abdul.
Saat ini, lebih dari 2.500 warga mengungsi di posko darurat yang tersebar di berbagai titik. Dapur umum didirikan untuk memenuhi kebutuhan pangan, sementara layanan kesehatan darurat disiagakan untuk mencegah potensi penyakit pascabanjir.
Gubernur Bali, Wayan Koster, meninjau langsung lokasi terdampak di Jembrana. Ia menyampaikan duka cita mendalam atas korban yang meninggal, sekaligus berjanji mempercepat upaya pemulihan. “Kami akan fokus memulihkan infrastruktur dasar, seperti akses jalan, jembatan, dan jaringan listrik, agar aktivitas warga bisa segera normal kembali,” ujarnya.
Sementara itu, Relawan Kebencanaan menyoroti perlunya mitigasi bencana yang lebih serius di Bali, mengingat curah hujan ekstrem kerap melanda wilayah tersebut. Para ahli mengingatkan agar pemerintah memperkuat sistem peringatan dini dan memperbaiki tata ruang guna mengurangi risiko bencana di masa mendatang.
Bencana banjir ini menjadi pengingat betapa pentingnya kesiapsiagaan semua pihak dalam penanganan ancaman alam yang bisa datang sewaktu-waktu.

0 Komentar