Persija Jakarta dipastikan tidak lagi menggunakan Jakarta International Stadium (JIS) sebagai kandang usai laga melawan Bali United dalam lanjutan BRI Super League 2025. Hal ini terjadi karena stadion berkapasitas 82 ribu penonton tersebut akan digunakan untuk menggelar konser K-Pop internasional yang dijadwalkan berlangsung pertengahan September.
Manajemen Persija mengonfirmasi kabar tersebut melalui keterangan resmi pada Minggu (7/9/2025). Mereka menjelaskan bahwa kepastian penggunaan JIS untuk acara hiburan membuat klub harus mencari stadion alternatif demi melanjutkan kiprah di kompetisi. "Kami menghormati keputusan pengelola stadion. Saat ini manajemen sedang menjajaki opsi stadion lain, termasuk Patriot Bekasi dan Pakansari, agar pertandingan tetap berjalan sesuai jadwal," tulis pernyataan resmi klub.
Kondisi ini membuat Macan Kemayoran harus kembali menghadapi situasi sulit terkait ketahanan kandang. Padahal, JIS baru saja diresmikan sebagai homebase Persija sejak awal musim, memberikan atmosfer megah sekaligus dukungan penuh dari Jakmania.
Ketua The Jakmania, Diky Soemarno, menyayangkan keputusan tersebut. Ia menilai seharusnya jadwal kompetisi sepak bola bisa lebih diutamakan. “Sepak bola adalah hiburan rakyat, seharusnya manajemen stadion bisa menyesuaikan agar tidak merugikan klub,” ujarnya.
Sementara itu, PT Liga Indonesia Baru (LIB) selaku operator liga menegaskan bahwa pertandingan Persija tidak akan terganggu. LIB siap memfasilitasi relokasi pertandingan ke stadion alternatif tanpa mengubah jadwal kompetisi.
Meski demikian, situasi ini kembali menyoroti keterbatasan infrastruktur sepak bola di ibu kota. Persija dituntut tetap fokus menjaga performa meski harus pindah-pindah kandang demi menjaga asa bersaing di papan atas BRI Super League 2025.
0 Komentar