Menteri Koperasi dan UKM, Ferry Juliantono, meluncurkan gebrakan baru dengan menjadikan Koperasi Desa (Kopdes) Merah Putih sebagai pangkalan resmi distribusi LPG 3 kilogram. Langkah ini diharapkan mampu memperluas akses energi bersubsidi hingga pelosok desa sekaligus memperkuat peran koperasi dalam kehidupan masyarakat.

Menurut Ferry, memastikan lahirnya inisiatif ini dari kebutuhan distribusi LPG subsidi yang lebih tepat sasaran. Selama ini, banyak warga desa yang kesulitan mendapatkan LPG 3 kg karena terbatasnya jumlah agen. Dengan keterlibatan Kopdes Merah Putih, distribusi bisa lebih dekat dengan masyarakat. “Koperasi bukan hanya wadah ekonomi rakyat, tapi juga alat negara untuk menjamin kesejahteraan,” ujar Ferry, Minggu (7/9/2025).

Program ini juga dipandang sebagai upaya meningkatkan kemandirian desa. Dengan menjadi pangkalan LPG, koperasi akan memperoleh pendapatan tambahan yang dapat digunakan untuk memperkuat usaha simpan pinjam, pemberdayaan UMKM, serta layanan sosial lainnya.

Pertamina sebagai pihak penyedia energi menyambut baik gagasan tersebut. Mereka menilai keterlibatan koperasi dapat memperkuat rantai distribusi dan mengurangi potensi penyelewengan. “Ini langkah kolaboratif yang akan membuat distribusi LPG lebih efisien dan tepat sasaran,” kata perwakilan Pertamina.

Masyarakat desa pun antusias menyambut program ini. Dengan adanya pangkalan LPG di koperasi, warga tidak perlu lagi menempuh jarak jauh atau membeli dengan harga tinggi di pengecer.

Gebrakan ini menegaskan komitmen Ferry Juliantono untuk menjadikan koperasi sebagai tulang punggung ekonomi kerakyatan sekaligus solusi praktis atas permasalahan distribusi energi di Indonesia.