Partai Gerindra akhirnya angkat bicara terkait keputusan Rahayu Saraswati Djojohadikusumo yang resmi mundur dari jabatannya sebagai anggota DPR RI. Keponakan Ketua Umum Gerindra Prabowo Subianto itu menyampaikan pengunduran dirinya secara tertulis dengan alasan pribadi yang tidak bersifat pribadi kepada publik.
Sekretaris Jenderal Partai Gerindra, Ahmad Muzani, menyebut keputusan tersebut telah melalui pertimbangan matang dan partai menghormati sepenuhnya langkah Rahayu. Ia menegaskan, mundurnya Rahayu tidak mempengaruhi soliditas partai maupun fraksi Gerindra di parlemen. “Kami memahami dan menghargai pilihan Mbak Sara. Beliau tetap menjadi bagian dari keluarga besar Gerindra dan kontribusinya selama ini sangat berarti,” ujar Muzani.
Gerindra juga menegaskan akan segera memproses mekanisme penempatan antarwaktu (PAW) sesuai aturan yang berlaku. Nama pengganti Rahayu akan ditentukan berdasarkan suara terbanyak pada pemilu sebelumnya di daerah pemilihan yang sama. Dengan demikian, kesinambungan kerja fraksi di DPR tetap berjalan tanpa hambatan.
Di sisi lain, sejumlah kader menyampaikan apresiasi atas kiprah Rahayu selama menjadi legislator. Fokusnya pada isu-isu perempuan dan anak yang dinilai memberikan warna tersendiri dalam perjuangan Gerindra di parlemen. Tidak sedikit yang berharap ia masih akan terlibat aktif dalam kegiatan sosial maupun politik meski tidak lagi duduk di kursi DPR.
Keputusan mundurnya Rahayu Saraswati tentu menjadi sorotan, mengingat posisi yang strategis sekaligus kedekatannya dengan Ketua Umum. Namun, Gerindra menegaskan hal itu murni keputusan pribadi, tanpa tekanan atau konflik internal.
Dengan sikap resmi ini, Gerindra berusaha menunjukkan stabilitas sekaligus menegaskan bahwa dinamika politik internal tetap terkendali menjelang agenda besar pemerintahan mendatang.

0 Komentar