Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo mengingatkan seluruh elemen bangsa agar tetap waspada terhadap berbagai potensi ancaman yang dapat memecah belah persatuan. Menurutnya, kelengahan sedikit saja bisa dimanfaatkan pihak-pihak tertentu untuk menyusup dan merusak tatanan kebangsaan, sehingga menghambat cita-cita Indonesia menjadi negara maju.
Pernyataan itu disampaikan Kapolri dalam sebuah forum kebangsaan di Jakarta, Minggu (7/9). Ia menekankan bahwa Indonesia tengah berada dalam momentum penting, di mana pembangunan infrastruktur, pertumbuhan ekonomi, dan bonus demografi harus dikelola secara tepat. “Kalau kita lengah, ada pihak yang menyusupi, memecah, maka tujuan kita menjadi negara maju bisa gagal,” tegas Listyo.
Kapolri menyoroti tantangan nyata yang dihadapi bangsa saat ini, mulai dari polarisasi politik, penyebaran hoaks, hingga ancaman intoleransi. Ia mengajak masyarakat agar bijak dalam menggunakan media sosial, tidak mudah terprovokasi, serta tetap mengedepankan persatuan di atas kepentingan kelompok.
Dalam kesempatan tersebut, Listyo juga menegaskan peran penting aparat penegak hukum dalam menjaga stabilitas keamanan. Polri, kata dia, akan terus meningkatkan profesionalisme dan komitmen melindungi seluruh lapisan masyarakat. “Kita butuh dukungan semua pihak. Tugas menjaga bangsa ini bukan hanya Polri, tapi tanggung jawab bersama,” ujarnya.
Pesan Kapolri ini sejalan dengan agenda pemerintah yang menargetkan Indonesia masuk ke jajaran negara yang menjulang tinggi pada tahun 2045. Namun, cita-cita tersebut hanya bisa tercapai jika bangsa ini tetap solid dan tidak terjebak dalam perpecahan.
Kapolri menutupnya dengan ajakan untuk memperkuat gotong royong, toleransi, serta menjaga nilai-nilai Pancasila sebagai landasan utama menuju Indonesia Emas.

0 Komentar