Kerugian Akibat Demo Ricuh Diperkirakan Tembus Rp 1,2 Triliun, Begini Hitungannya

 

Kericuhan dalam aksi peningkatan yang terjadi di beberapa kota besar pekan lalu diperkirakan menimbulkan kerugian ekonomi hingga Rp1,2 triliun. Angka tersebut berasal dari perhitungan sementara yang dilakukan oleh asosiasi pengusaha bersama lembaga penelitian ekonomi, mencakup kerusakan fasilitas umum, pusat dunia, hingga terhentinya aktivitas distribusi barang.

Ketua Asosiasi Pengusaha Ritel Indonesia menjelaskan, sektor perdagangan menjadi yang paling berdampak. Banyak toko terpaksa tutup selama beberapa hari karena situasi tidak kondusif. Nilai kerugian ritel saja diperkirakan mencapai Rp450 miliar. Selain itu, kerusakan infrastruktur transportasi umum serta fasilitas jalan menambah kerugian sekitar Rp300 miliar.

Sektor logistik juga tak luput dari jalur. Distribusi barang terhambat akibat jalan utama ditutup, membuat banyak perusahaan mengalami keterlambatan pengiriman. Estimasi kerugian dari sektor ini mencapai Rp200 miliar. Ditambah lagi kerusakan gedung perkantoran dan perumahan warga akibat aksi anarkis yang ditaksir senilai Rp250 miliar.

“Total kerugian bisa lebih besar jika dihitung dampak jangka panjang, seperti turunnya kepercayaan investor dan berkurangnya aktivitas pariwisata,” ujar seorang ekonom dari lembaga penelitian independen.

Pemerintah melalui Kementerian Keuangan menyatakan tengah menghitung detail kerugian untuk menentukan langkah pemulihan. Bantuan darurat bagi pelaku usaha kecil hingga program rehabilitasi fasilitas umum sedang disiapkan.

Kerugian besar akibat akustik ricuh ini diharapkan menjadi pelajaran penting bagi semua pihak agar penyampaian aspirasi dilakukan secara damai. Selain menjaga stabilitas politik, kekerasan tanpa kekerasan juga akan mencegah kerugian ekonomi yang merugikan masyarakat luas.

Posting Komentar

0 Komentar