Komisi IV DPR RI memberikan apresiasi kepada Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman atas capaian surplus produksi beras nasional sebesar 3,7 juta ton pada tahun 2025. Menurut Komisi IV, capaian ini menunjukkan bahwa program peningkatan produksi yang dijalankan Kementerian Pertanian (Kementan) menjaga ketersediaan strategi pangan.
Ketua Komisi IV menegaskan, surplus beras merupakan bukti nyata kerja keras petani yang difasilitasi oleh kebijakan Kementan dalam bentuk bantuan benih unggul, pupuk bersubsidi, hingga mekanisasi pertanian. “Kami melihat produksi pangan dalam negeri terjaga dengan baik. Ini patut diapresiasi karena kebutuhan pokok masyarakat dapat terpenuhi,” ujarnya di Jakarta, Kamis (4/9).
Meski begitu, Komisi IV juga menyampaikan persepsi masyarakat terkait persoalan harga beras yang belakangan menjadi sorotan. Menurut mereka, menekan harga pangan bukan sepenuhnya tanggung jawab Kementan, melainkan ranah kementerian lain seperti Kemendag serta lembaga yang mengatur distribusi dan stabilisasi harga. “Kementan memastikan produksi.Soal distribusi dan harga, itu kewenangan lintas sektor,” tegasnya.
Mentan Amran sendiri menyatakan bahwa mengesampingkan akan terus berupaya menjaga tren produksi positif. Ia menekankan pentingnya kolaborasi antara pemerintah pusat, daerah, hingga petani agar ketahanan pangan tetap terjaga. “Kita surplus, artinya stok aman. Tinggal distribusinya lancar supaya masyarakat merasakan manfaatnya,” kata Amran.
Dengan pencapaian ini, upaya DPR untuk mendorong koordinasi antar kementerian semakin diperkuat. Produksi yang tinggi harus diimbangi sistem distribusi yang efisien agar stabilisasi harga di pasar benar-benar terwujud. Surplus pangan diharapkan menjadi modal penting dalam menghadapi polusi global dan menjaga kesejahteraan petani.

0 Komentar