Membedah Pam Swakarsa, Diciptakan Tahun 1998 untuk Lawan Demo Protes Mahasiswa

 

Pam Swakarsa menjadi istilah yang kembali ramai diperbincangkan ketika wacana pengaktifan pasukan sipil ini muncul dalam diskusi publik. Keberadaan Pam Swakarsa pertama kali dibentuk pada tahun 1998, di tengah situasi politik yang memanas akibat gelombang reformasi. Saat itu, pemerintah bersama aparat keamanan menciptakan satuan ini untuk menghadapi aksi protes pelajar dan masyarakat yang menuntut perubahan.

Pam Swakarsa terdiri dari berbagai unsur masyarakat sipil yang direkrut, termasuk organisasi massa dan kelompok pemuda. Mereka dibekali atribut sederhana, namun hadir sebagai kekuatan tambahan untuk menghadang penguatan siswa. Kehadiran pasukan ini kala itu memicu kontroversi, karena dinilai melegitimasi penggunaan kekuatan sipil untuk tujuan politik.

Banyak catatan kritis yang menyebut bahwa Pam Swakarsa justru memperparah ketegangan di lapangan. Alih-alih meredakan situasi, keberadaannya sering terjadi bentrokan antara mahasiswa dengan aparat serta kelompok sipil. Sejumlah peristiwa kekerasan bahkan tercatat meninggalkan trauma bagi dunia kampus maupun masyarakat umum.

Setelah era reformasi bergulir, wacana tentang Pam Swakarsa perlahan tenggelam, namun sesekali muncul kembali dalam wacana keamanan. Kritik akademisi dan aktivis menekankan bahwa pembentukan satuan sipil semacam itu berisiko melanggar prinsip negara hukum dan demokrasi. Mereka khawatir penggunaan kelompok sipil untuk menyiarkannya justru mengulangi kesalahan masa lalu.

Membicarakan Pam Swakarsa berarti mengingat sejarah panjang hubungan antara negara, aparat, dan masyarakat sipil. Pelajaran penting dari tahun 1998 adalah bahwa penanganan aspirasi publik sebaiknya dilakukan melalui dialog dan mekanisme hukum yang sah, bukan melalui mobilisasi kekuatan sipil yang rawan konflik.

Posting Komentar

0 Komentar