Pengurus Besar Himpunan Mahasiswa Islam Majelis Penyelamat Organisasi (PB HMI MPO) menyatakan dukungannya terhadap langkah Presiden Prabowo Subianto yang berencana membentuk tim investigasi khusus untuk mengusut dugaan makar yang belakangan ramai diperbincangkan. Menurut PB HMI MPO, upaya ini penting demi menjaga stabilitas politik dan memastikan supremasi hukum berjalan dengan baik.
Ketua Umum PB HMI MPO menyatakan bahwa dugaan makar tidak boleh dianggap remeh. Jika dibiarkan, hal itu berpotensi mengganggu pelestarian dan pelestarian pemerintahan. Ia menyebut pembentukan tim investigasi independen dapat memberikan ruang bagi proses hukum yang lebih transparan dan akuntabel, sehingga masyarakat memperoleh informasi yang jelas mengenai fakta di lapangan.
Selain itu, PB HMI MPO juga mendorong agar tim investigasi tersebut melibatkan lintas lembaga, termasuk aparat penegak hukum, pengajar, hingga tokoh masyarakat. Hal ini dinilai penting agar hasil investigasi memiliki legitimasi yang kuat dan tidak dianggap sebagai upaya politisasi semata.
Dalam pernyataannya, PB HMI MPO juga mengingatkan agar pemerintah tetap menghormati prinsip hak asasi manusia dan menjunjung tinggi asas praduga tak bersalah. Dugaan makar harus dibuktikan melalui bukti hukum yang sah, bukan sekedar asumsi atau tekanan politik.
Dukungan PB HMI MPO ini sekaligus mencerminkan peran aktif organisasi mahasiswa dalam menjaga iklim demokrasi di Indonesia. Mereka menilai, ketegasan pemerintah dalam menghadapi ancaman makar harus diimbangi dengan transparansi serta perlindungan terhadap kebebasan yang dikemukakan. Dengan demikian, langkah investigasi tidak hanya memperkuat keamanan negara, tetapi juga memperkuat kepercayaan masyarakat terhadap pemerintah.

0 Komentar