Kabar gembira datang bagi para jemaah haji dan umrah asal Indonesia. Mulai tahun ini, pemerintah bersama perbankan nasional meluncurkan layanan keuangan digital lintas negara yang memungkinkan jemaah melakukan transaksi tanpa harus membawa uang tunai ke Tanah Suci. Program ini digagas oleh Bank Indonesia (BI) dan Kementerian Agama (Kemenag) bekerja sama dengan sejumlah bank syariah dan otoritas keuangan Arab Saudi.
Deputi Gubernur BI, Filianingsih Hendarta, menjelaskan bahwa layanan tersebut menggunakan sistem QRIS Cross-Border yang terintegrasi dengan jaringan pembayaran di Arab Saudi. Dengan teknologi ini, jemaah dapat membayar berbagai kebutuhan seperti makanan, suvenir, hingga transportasi hanya melalui ponsel. “Cukup scan kode QR, saldo rupiah akan otomatis terkonversi ke riyal sesuai kurs terkini,” ujar Filianingsih di Jakarta, Minggu (5/10/2025).
Langkah ini diharapkan dapat meningkatkan keamanan dan kenyamanan para jemaah selama beribadah. Selama ini, banyak jemaah yang khawatir membawa uang tunai dalam jumlah besar karena risiko kehilangan atau pencurian. Dengan sistem pembayaran digital, risiko tersebut dapat diminimalkan secara signifikan.
Direktur Jenderal Penyelenggaraan Haji dan Umrah Hilman Latief menambahkan, layanan ini juga membantu pemerintah dalam memantau arus transaksi keuangan jamaah secara transparan. Selain itu, fitur dompet digital juga memungkinkan keluarga di Indonesia untuk mengirimkan uang langsung ke akun jemaah di Tanah Suci secara real time.
Program ini akan diuji coba secara penuh pada musim umrah akhir tahun 2025, sebelum diterapkan secara nasional untuk jemaah haji 2026. Pemerintah optimistis inovasi ini menjadi langkah maju dalam digitalisasi layanan ibadah haji dan umrah Indonesia, sekaligus mendukung transformasi ekonomi syariah di era modern.

0 Komentar