Operasi Tambang Freeport Grasberg Masih Dihentikan, Pencarian Korban Longsor Berlanjut

 

Operasi penambangan di kawasan Grasberg, Papua, milik PT Freeport Indonesia masih dihentikan sementara setelah kejadian longsor yang terjadi beberapa hari lalu. Hingga kini, tim gabungan yang terdiri dari aparat kepolisian, TNI, Basarnas, serta tim internal Freeport masih fokus pada proses pencarian dan penyelamatan para korban.


Longsor yang menimpa area kerja tersebut terjadi secara tiba-tiba saat sejumlah pekerja tengah beraktivitas. Material bebatuan dan tanah dalam jumlah besar menutup sebagian jalur tambang, membuat proses evakuasi sempat terhenti. Laporan sementara menyebutkan ada korban meninggal dunia dan beberapa pekerja lainnya masih dinyatakan hilang.


Juru bicara PT Freeport Indonesia menyampaikan duka mendalam atas peristiwa ini. “Keselamatan pekerja adalah prioritas utama. Kami menghentikan sementara seluruh operasi untuk memastikan kondisi aman, sekaligus memfokuskan sumber daya pada pencarian dan evakuasi korban,” ujarnya.


Pihak kepolisian dan pemerintah daerah juga terus melakukan koordinasi dengan manajemen perusahaan untuk memastikan proses pencarian berjalan cepat dan aman. Peralatan berat telah dikerahkan guna membantu menyingkirkan material longsoran, meskipun cuaca yang tidak menjadi tantangan tersendiri.


Kementerian ESDM menegaskan akan melakukan evaluasi menyeluruh terhadap standar keamanan dan prosedur operasional tambang di Grasberg. Pemerintah juga meminta Freeport meningkatkan langkah mitigasi risiko bencana agar kejadian serupa tidak terulang.


Masyarakat Papua, terutama keluarga korban, berharap proses pencarian segera menghasilkan hasil. Insiden ini sekaligus menjadi pengingat pentingnya pengawasan ketat terhadap keselamatan kerja di industri pertambangan yang penuh risiko.


Hingga berita ini diturunkan, operasi tambang Grasberg masih belum dibuka kembali. Seluruh perhatian tertuju pada pencarian korban yang diyakini masih berada di lokasi longsoran.

Posting Komentar

0 Komentar