Terkuak, Bank Sentral Dunia Ramai-ramai Borong Emas

 

Fenomena menarik terjadi di pasar keuangan global — bank-bank sentral dunia kini ramai-ramai memborong emas dalam jumlah besar. Tren ini berasal dari laporan terbaru World Gold Council (WGC) yang mencatat pembelian emas oleh bank sentral mencapai rekor tertinggi dalam satu dekade terakhir.


Sepanjang kuartal III tahun 2025, total pembelian emas oleh bank sentral global mencapai lebih dari 340 ton, naik signifikan dibandingkan periode sebelumnya. Negara-negara seperti Tiongkok, India, Turki, Rusia, dan Kazakhstan tercatat sebagai pembeli terbesar, disusul oleh sejumlah negara berkembang lainnya di Asia dan Timur Tengah.


Menurut analis WGC, langkah ini dipicu oleh tingginya kinerja ekonomi global, termasuk risiko inflasi, konflik geopolitik, dan penurunan nilai dolar AS. Emas dipandang sebagai aset lindung nilai (safe haven) yang stabil di tengah gejolak ekonomi dan politik internasional.


“Banyak negara kini berusaha mengurangi ketergantungan pada dolar AS dengan menambah cadangan emas mereka. Ini menjadi bagian dari strategi de-dolarisasi global,” ungkap analis WGC, Shaokai Fan.


Data menunjukkan, Tiongkok menjadi pembeli emas terbesar selama 18 bulan berturut-turut dengan tambahan lebih dari 25 ton per bulan. Sementara Bank Sentral India juga meningkatkan cadangan emasnya hingga menembus 850 ton, tertinggi dalam sejarah negara tersebut.


Peningkatan permintaan ini mendorong harga emas dunia mendekati rekor USD 2.500 per troy ounce. Para ekonom menilai, tren pembelian emas oleh bank sentral menandakan pergeseran arah kebijakan moneter global menuju diversifikasi aset yang lebih aman.


Dengan kondisi global yang belum mereda, emas tampaknya akan tetap menjadi primadona cadangan devisa dunia dalam waktu lama.

Posting Komentar

0 Komentar