Malaysia Setop Operasional Maxim dan InDrive, Apa Sebabnya?

 


Pemerintah Malaysia melalui Agensi Pengangkutan Awam Darat (APAD) memerintahkan dua platform e-hailing asal Rusia, Maxim dan InDrive, untuk menghentikan seluruh operasional mereka di negara tersebut mulai 24 Juli 2025. Keputusan ini diumumkan oleh Menteri Pengangkutan Anthony Loke setelah kedua perusahaan menemukan berbagai ketentuan dalam Akta Pengangkutan Awam Darat 2010 (Akta 715).

Pelanggaran yang Ditemukan:

  • Tidak menyediakan asuransi e-hailing wajib bagi kendaraan yang beroperasi.
  • Gagal melakukan inspeksi kendaraan sesuai ketentuan.


APAD menyatakan bahwa pelanggaran ini cukup serius dan memberikan dasar hukum untuk mencabut lisensi operasi kedua platform di bawah Pasal 12D(1)(a) Akta 715.

Meskipun demikian, Maxim dan InDrive memiliki hak untuk mengajukan banding atas keputusan ini. Namun Menteri Pengangkutan menegaskan bahwa keputusan akhir terkait banding berada di bawah kewenangannya.

Langkah ini diambil setelah adanya tekanan dari Persatuan Penghantar P-Hailing Malaysia yang mendesak pemerintah untuk menindak tegas platform e-hailing yang beroperasi tanpa mematuhi regulasi, demi menjaga keselamatan dan keadilan bagi pengemudi serta penumpang.

Keputusan ini memicu kekhawatiran di kalangan pengguna dan pengemudi, terutama di daerah pedesaan dan berpendapat rendah, yang mengandalkan Maxim dan InDrive karena struktur komisi yang lebih rendah dibandingkan platform lain. Beberapa pihak khawatir bahwa penghentian operasional ini dapat mengurangi pilihan layanan dan meningkatkan tarif e-hailing di masa mendatang.

Posting Komentar

0 Komentar