Kepala Badan Pangan Nasional (Bapanas) Arief Prasetyo Adi menantang perusahaan yang menuding penerapan praktik pengoplosan beras untuk membuktikannya secara ilmiah melalui hasil uji laboratorium. Pernyataan ini disampaikan setelah munculnya dugaan bahwa program beras Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) dicampur dengan beras komersial.
Menurut Arief, saya tidak segan membuka data dan hasil pengujian dari laboratorium independen demi membuktikan kualitas beras SPHP yang disalurkan ke masyarakat. Ia menegaskan, semua proses pendistribusian beras dilakukan sesuai standar, termasuk pengawasan dari Perum Bulog dan Satgas Pangan.
Arief menyayangkan tudingan sepihak yang dapat merusak kepercayaan masyarakat terhadap program stabilisasi pangan nasional. Ia mengajak semua pihak yang meragukan kualitas beras SPHP untuk bersama-sama menguji sampel secara terbuka, sehingga tidak ada lagi spekulasi tanpa dasar.
Sebelumnya, sejumlah perusahaan beras swasta mengklaim menemukan campuran beras SPHP dalam beras komersial yang beredar di pasaran. Bapanas menegaskan akan terus menjaga distribusi dan menindak tegas pihak-pihak yang terbukti melakukan pelanggaran terhadap tata niaga pangan.


0 Komentar