Sebuah tragedi menggemparkan warga Blora, Jawa Tengah, setelah seorang remaja berinisial MA (18) diduga menyembelih neneknya sendiri, S (65), pada Rabu (24/7). Insiden tragis itu terjadi di rumah korban di Desa Jepon dan diduga dipicu oleh konflik dalam keluarga terkait keinginan pelaku untuk melanjutkan kuliah.
Menurut keterangan pihak kepolisian, MA disebut kesal dan frustrasi karena keinginannya untuk kuliah di luar kota tidak mendapat restu dan dukungan finansial dari keluarga, terutama sang nenek yang selama ini menjadi wali asuhnya. Emosi yang tak terkendali diduga membuat MA nekat melakukan aksi sadis tersebut menggunakan senjata tajam di dapur rumah.
Tetangga yang curiga dengan suara berpura-pura dan berkata segera melaporkan ke aparat desa, hingga akhirnya polisi menangkap MA tak lama setelah kejadian. Saat ditangkap, pelaku tampak berpikir dan tidak melawan.
Kapolres Blora menyatakan bahwa pelaku akan menjalani pemeriksaan kejiwaan untuk memastikan motif sebenarnya dan kondisi mentalnya. Kasus ini mengejutkan banyak pihak, dan menjadi sorotan tentang pentingnya komunikasi keluarga serta perhatian terhadap kesehatan mental remaja.


0 Komentar