Menteri Pertahanan sekaligus Presiden terpilih 2024, Prabowo Subianto, menyampaikan bahwa dirinya merasa nyaman berada di tengah Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) dan warga Nahdlatul Ulama (NU). Hal itu ia ungkapkan dalam acara silaturahmi nasional PKB di Jakarta, yang menghadirkan para tokoh politik dan ulama NU.
Prabowo mengaku memiliki kedekatan historis dan emosional dengan NU. Ia menyebut NU sebagai kekuatan penting dalam menjaga persatuan bangsa serta pilar dalam membangun nilai-nilai keagamaan dan kebangsaan yang moderat. Hubungan hangatnya dengan tokoh-tokoh NU dan PKB, seperti Muhaimin Iskandar (Cak Imin), juga menjadi dasar kenyamanan tersebut.
Pernyataan Prabowo ini juga sekaligus mempertegas arah rekonsiliasi politik dan ketertiban dalam menghadapi tantangan pemerintahan mendatang. PKB, yang sempat berada di luar Koalisi Indonesia Maju selama Pemilu 2024, kini menunjukkan sinyal kuat untuk bergabung dalam pemerintahan baru.
Prabowo menegaskan komitmennya untuk merangkul seluruh elemen bangsa, termasuk NU dan PKB, demi mewujudkan pemerintahan yang inklusif, kuat, dan berorientasi pada kemajuan rakyat. Ucapan “saya nyaman di tengah PKB, nyaman di tengah NU” menjadi simbol kedekatan dan penghormatan terhadap kekuatan Islam moderat dalam tatanan politik nasional.


0 Komentar