Aksi pemaparan di depan Gedung DPR RI, Jakarta, pada Kamis (28/8/2025) berakhir ricuh. Ribuan massa yang tergabung dari berbagai elemen masyarakat turun ke jalan untuk menyuarakan penolakan terhadap sejumlah kebijakan pemerintah. Namun, situasi yang awalnya mengerikan berubah menjadi panas menjelang sore. Berikut lima fakta penting terkait peristiwa tersebut:
1. Massa Tumpah Ruah Sejak Pagi
Sejak pukul 09.00 WIB, ribuan orang mulai memadati kawasan Senayan. Mereka membawa spanduk, poster, dan menyuarakan tuntutan dengan orasi.
2. Aksi Awalnya Damai
Pada awalnya, menyalakannya relatif teratur. Massa hanya duduk di sekitar Jalan Gatot Subroto dan menyampaikan aspirasi melalui perwakilan yang mencoba berdialog dengan pihak DPR.
3. Bentrokan Pecah Menjelang Magrib
Situasi mulai memanas ketika sekelompok massa mencoba menerobos barikade polisi. Tindakan itu memicu kericuhan yang berujung pada pelemparan batu, botol, hingga petasan. Aparat pun merespons dengan gas air mata.
4. Fasilitas Umum Rusak
Dalam kericuhan tersebut, sejumlah fasilitas mengalami kerusakan. Pos polisi, pagar gedung DPR, hingga beberapa kendaraan dinas menjadi sasaran amuk massa. Api sempat terlihat membakar motor yang terparkir di sekitar lokasi.
5. Polisi Amankan Puluhan Orang
Polda Metro Jaya memastikan telah mengamankan sejumlah orang yang diduga sebagai provokator. Mereka akan diperiksa lebih lanjut terkait peran masing-masing dalam peristiwa itu.
Kericuhan ini menjadi sorotan publik dan menimbulkan kekhawatiran akan eskalasi unjuk rasa ke depan. Pemerintah dan DPR diminta segera membuka ruang dialog agar aspirasi masyarakat dapat tersampaikan tanpa harus berujung pada kekerasan.

0 Komentar