Situasi mencekam terjadi di Kota Serang, Banten, pada Kamis (28/8/2025) malam ketika massa aksi demo membakar pos polisi lalu lintas yang terletak di kawasan pusat kota. Aksi ini merupakan lanjutan dari gelombang unjuk rasa nasional yang menolak sejumlah kebijakan pemerintah dan parlemen, yang sebelumnya telah berakhir di beberapa kota besar.
Berdasarkan keterangan warga sekitar, massa yang berjumlah ratusan orang awalnya berkumpul di alun-alun untuk melakukan orasi. Namun, suasana berubah panas ketika sebagian peserta aksi melempari pos polisi dengan batu dan botol. Tidak lama kemudian, api mulai berkobar setelah massa diduga menyiram cairan yang mudah terbakar ke bangunan kecil tersebut. Dalam hitungan menit, pos polisi yang biasa digunakan untuk mengatur arus lalu lintas itu habis dilalap api.
Kapolres Serang Kota, AKBP Andi Mulyadi membenarkan kejadian tersebut. Ia menegaskan bahwa tidak ada korban jiwa dalam kejadian ini karena petugas yang berjaga telah dievakuasi lebih dulu. Namun kerugian materiilnya diperkirakan mencapai puluhan juta rupiah. "Kami akan menindak tegas pelaku pembakaran. Saat ini sudah mengamankan beberapa orang yang diduga terlibat," ujarnya.
Sementara itu, warga sekitar mengaku khawatir dengan aksi anarkis tersebut karena lokasi pos polisi berada di jalur padat kendaraan. “Api besar sempat membuat lalu lintas kacau, banyak pengendara panik dan berusaha menghindar,” kata Rahmat, salah satu Saksi mata.
Pasca-insiden, aparat keamanan menambah pasukan di titik-titik strategis Kota Serang untuk mencegah penerapan susulan. Pemerintah daerah juga mengimbau masyarakat agar tetap tenang dan tidak mudah terprovokasi.

0 Komentar