Distribusi Bahan Pokok Ikut Jadi Korban Aksi Demo

 

Jakarta – Gelombang aksi unjuk rasa yang melanda sejumlah daerah di Indonesia dalam beberapa hari terakhir ternyata berdampak luas, salah satunya pada distribusi bahan pokok. Beberapa jalur logistik utama terhambat akibat adanya blokade jalan, penutupan akses, hingga kerusakan fasilitas umum yang digunakan untuk distribusi barang.

Di Jakarta, sejumlah truk pengangkut beras dan gula sempat tertahan berjam-jam di ruas jalan yang dipenuhi massa. Kondisi serupa juga terjadi di Jawa Tengah dan Jawa Barat, di mana sopir logistik mengaku kesulitan mengakses jalur keluar-masuk kota akibat konsentrasi massa aksi. Akibatnya, pasokan barang ke pasar tradisional maupun ritel modern menjadi terlambat.

Ketua Asosiasi Logistik Indonesia, Arif Prakoso, menuturkan bahwa keterlambatan distribusi dapat berdampak pada kenaikan harga sejumlah bahan pokok jika situasi tidak segera kondusif. “Beras, minyak goreng, hingga daging ayam sangat sensitif terhadap pasokan. Jika terhambat terlalu lama, harga bisa melonjak di pasaran,” ujarnya.

Selain itu, kerusakan pada beberapa pos polisi dan fasilitas publik yang biasanya digunakan sebagai titik pengaturan lalu lintas membantu situasi. Petugas di lapangan berusaha melakukan rekayasa arus kendaraan, namun tetap tidak mampu menampung kepadatan yang terjadi.

Pemerintah melalui Kementerian Perdagangan dan Kementerian Perhubungan menyatakan telah berkoordinasi dengan aparat keamanan untuk menjamin jalur distribusi logistik tetap berjalan. Sejumlah jalur alternatif disiapkan agar kebutuhan masyarakat tidak terganggu.

Meski begitu, pengamat ekonomi menilai stabilitas pasokan hanya bisa terjamin jika aksi massa berlangsung damai dan tidak mengganggu infrastruktur vital. Jika tidak, distribusi bahan pokok bisa terhenti dan memicu gejolak harga yang merugikan masyarakat luas.

Posting Komentar

0 Komentar