Gempa bumi berkekuatan magnitudo 6,5 mengguncang wilayah Sumenep, Jawa Timur, pada Selasa (1/10) pagi. Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mencatat pusat gempa berada di laut dengan kedalaman sekitar 20 kilometer, berjarak 90 kilometer timur laut Kabupaten Sumenep. Getaran gempa dirasakan cukup kuat oleh warga di Sumenep, Pamekasan, hingga sebagian wilayah Surabaya.
Meski guncangan terasa signifikan, BMKG memastikan gempa tersebut tidak berpotensi menimbulkan tsunami. Kepala BMKG, Dwikorita Karnawati, menjelaskan bahwa gempa terjadi akibat aktivitas sesar aktif di dasar laut utara Sumenep. “Hasil pemodelan menunjukkan tidak adanya potensi tsunami karena mekanisme gempa tidak memicu pergerakan vertikal dasar laut yang signifikan,” jelasnya.
Sejumlah warga dilaporkan panik dan berhamburan keluar rumah saat guncangan terjadi. Hingga berita ini diturunkan, belum ada laporan resmi mengenai korban jiwa. Namun beberapa bangunan dilaporkan mengalami kerusakan ringan, seperti retakan pada dinding rumah dan fasilitas umum. Tim Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sumenep sudah diterjunkan untuk melakukan pendataan serta membantu bila diperlukan.
BMKG mengimbau masyarakat agar tetap tenang dan tidak mudah percaya pada informasi yang belum jelas sumbernya, terutama terkait isu tsunami. Warga juga diminta mewaspadai kemungkinan gempa susulan.
Pemerintah daerah memastikan aparat setempat terus melakukan koordinasi agar kondisi masyarakat tetap aman. Dengan adanya gempa ini, BMKG kembali menekankan pentingnya edukasi mitigasi bencana, khususnya bagi masyarakat pesisir dan daerah rawan gempa.
Kejadian ini menjadi pengingat bahwa wilayah Indonesia yang berada di jalur cincin api Pasifik selalu memiliki potensi gempa bumi. Oleh karena itu, kewaspadaan dan kesiapan masyarakat harus terus ditingkatkan.

0 Komentar